Showing posts with label Materi Kelas 9 Semester Genap. Show all posts
Showing posts with label Materi Kelas 9 Semester Genap. Show all posts

Cara Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen

Pengertian Cerpen dan Drama
Cerpen merupakan cerita pendek yang mengisahkan konflik para pelaku, tetapi tidak mengakibatkan perubahan nasip tokoh.

Sedangkan drama merupakan komunikasi, situasi, dan aksi (segala yang terlihat dalam pentas) yang menimbulkan perhatian dan ketegangan pada pendengar atau penonton.

Lihat juga: Contoh Soal Melengkapi Kutipan Naskah Drama

Perbedaan Cerpen dan Drama
Cerpen dan drama memiliki perbedaan. Perbedaan cerpen dan drama sebagai berikut.
  1. Cerpen merupakan uraian cerita, sedangkan drama merupakan dialog antartokoh.
  2. Cerpen berupa penggambaran,sedangkan drama menyajikan adegan secara langsung berupa akting.
  3. Cerpen hanya berupa penggambaran latar belakang, sedangkan drama memiliki unsur tata artistik (tata rias, tata busana, tata panggung).
  4. Cerpen dapat dipentaskan jika diubah menjadi teks drama.
Cara Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen
Cerpen dapat diubah menjadi drama. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengubah cerpen menjadi bentuk drama sebagai berikut.

1. Menghayati tema cerpen. Tema merupakan ide pokok yang mendasari penarasian sebuah cerita. Berangkat dari tema dapat diketahui ide pokok sebuah cerita.

2. Cerpen dibagi menjadi beberapa bagian penting dan kemudian diubah menjadi babak. Cerpen biasanya terdiri atas beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut tentu memuat beberapa peristiwa penting yang melandasi cerita. Bab-bab yang tergolong penting itu selanjutnya diubah menjadi beberapa babak untuk memaparkan peristiwa-peristiwa tertentu.

3. Menyusun dialog berdasarkan konflik yang terjadi antartokoh. Tokoh-tokh yang terdapat dalam cerpen biasanya dirangkai oleh suatu peristiwa yang di dalamnya memiliki konflik-konflik. Konflik-konflik yang terjadi antartokoh tersebut diubah menjadi dialog. Cara mengubah narasi menjadi dialog sebagi berikut.
  • Mengubah cara penulisan. Alinea atau paragraf-paragraf dalam cerpen diubah ke dalam bentuk percakapan atau dialog pada drama.
  • Pernyataan kalimat langsung dalam cerpen diubah menjadi dialog dengan menggunakan tanda titik dua (:), kemudian diikuti dialognya.
  • Keterangan yang bersifat informasi dan naratif atau menjabarkan dalam cerpen dibuat menjadi keterangan penyerta pelaku dalam naskah drama. Keterangan tersebut ditulis di luar dialog dengan ciri tanda kurung ( ... ).
4. Membuat deskripsi atau keterangan untuk menjelaskan latar, akting, atau  lighting

Demikianlah ulasan tentang cara menulis naskah drama berdasarkan cerpen. Semoga bermanfaat.

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, December 12, 2016

Kumpulan Ringkasan Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP/MTs

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, October 10, 2016

Menggunakan Kata Asing dan Kata Serapan

Bahasa Indonesia menyerap unsur dari beberapa bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing; misalnya dari bahasa Sansekerta,Arab, Portugis, Belanda, ataupun Inggris.

Unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua golongan besar seperti berkut ini.

1. Unsur serapan yang belum sepenuhnya masuk ke dalam kosakata bahasa Indonesia. Pengucapannya pun masih mengikuti cara asing.
Contoh:
real estate, reshuffle, shuttle cock

2. Unsur serapan yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
Contoh:
patien menjadi pasien
ie tetap ie jika lafalnya bukan i
machine menjadi mesin

Selain dua kriteria tersebut, unsur serapan bahasa Indonesia diperoleh dengan cara seperti berikut ini.
1. Konsonan ganda menjadi tunggal kecuali jika terdapat pasangan yang dapat menimbulkan kekeliruan makna.
Contoh:
a. accu mejadi aki
b. commission menjad komisi
c. mass menjadi massa

Kata massa memunya dua konsonan ganda karena jika kata massa konsonan s dibuang satu maka akan mempunya arti berbeda. Kata massa berarti sekelompok orang atau benda. Sebaliknya, kata masa berarti waktu.

2. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah.
Contoh:
iklan, otonomi, dongkrak, dan paham.

3. Unsur serapan yang mengandung huruf q dan x dieja sesuai dengan ejaan   bahasa Indonesia.
Contoh:
taxi menjadi taksi
executive menjadi eksekutif

Perhatikan bahwa huruf q dan x tetap dipertahankan dalam bahasa aslinya dalam pemakaian tertentu, misalnya dalam pebedaan nama dan istilah khusus.
Contoh:
xenophobia tetap xenophobia (ketakutan atau kebencian kepada orang asing atau apa pun yang asing).


Dikutip dari buku PG Bahasa Indonesia Kelas 9


Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, September 27, 2016

Berdiskusi Kelas

Berdiskusi adalah bertukar pikiran tentang masalah khusus dalam bentuk musyawarah. Masalah atau topik diskusi adalah masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Topik dalam diskusi bisa diangkat dari permasalahan yang  kita hadapi sehari-hari.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, February 09, 2016

Menulis Surat Pembaca

Surat pembaca adalah opini singkat yang ditulis oleh pembaca. Opini singkat ini dimuat dalam rublik khusus surat pembaca. Rublik surat pembaca merupakan layanan umum dari pihak redaksi. Surat pembaca dimuat dalam media cetak seperti surat kabar, majalah, ataupun tabloid. Dalam rublik ini pembaca boleh menuliskan apa saja. Pembaca mencurahkan isi hati, masalah, usul, saran, kritik, keluhan, keinginan, pertanyaan, ataupun informasi tentang sesuatu. Bahasa yang digunakan dalam surat pembaca merupakan bahasa sehari-hari yang tidak baku. Panjang surat pembaca rata-rata 2-4 paragraf.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Thursday, February 04, 2016

Menulis Naskah Drama Berdasarkan Peristiwa Nyata

Naskah drama dapat ditulis dengan langkah-langkah berikut.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, January 25, 2016

Mengidentifikasi Novel Indonesia Angkatan 20-30-an

Novel Indonesia Angkatan 20-30-an memuat unsur kebiasaan, adat, dan etika.

Lihat: Soal Tentang Menjelaskan Unsur Kebiasaan, Adat, dan Etika dalam Novel

Setiap karya sastra suatu priode atau angkatan mempunyai ciri-ciri intrinsik maupun  ekstrinsik. Ciri-ciri intrinsik novel Angkatan 20-30-an sebagai berikut.
  1. Gaya bahasanya menggunakan perumpamaan klise,  pepatah, dan peribahasa.
  2. Sebagian besar menggunakan alur lurus.
  3. Pusat pengisahan menggunakan metode orang ketiga.
  4. Pengarang memberi nasihat melalui cerita.
  5. Bercorak romantis.
Ciri-ciri ekstrinsik novel Angkatan 20-30-an sebagai berikut.
  1. Masalah yang diambil adalah masalah adat, terutama adat kawin paksa.
  2. Pertentangan faham antara kaum tua dengan kaum muda.
  3. Berlatar kedaerahan.
Ciri-ciri intrinsik novel modern sebagai berikut.
  1. Alurnya berbelit-belit.
  2. Gaya bahasanya bebas.
  3. Pusat pengisahan menggunakan metode orang ketiga.
Ciri-ciri ekstrinsik novel modern sebagai berikut.
  1. Mengeksploitasi kehidupan manusia sebagai individu.
  2. Mengemukakan kehidupan yang absurd atau mustahil.
  3. Berlatar kebudayaan lokal.
  4. Mengemukakan tuntutan arus hak-hak asasi manusia.
Sebagai contoh berikut ini perbedaan karakteristik novel angkatan 20-30-an dengan novel masa kini.


No
Karakteristik
Novel Layar Terkembang

Novel Sang Pemimpi

1.
Alur
Menggunakan alur lurus
Menggunakan alur sorot balik.

2.
Gaya bahasa
Lebih banyak menggunakan ungkapan daripada peribahasa, perumpamaan klise, dan pepatah.
Gaya bahasa bebeas, lebih ekspresif.


3.
tema
Masalah emansipasi wanita
Mengemukakan tuntutan atas hak-hak asasi manusia yang disampaikan secara intelektual dan spiritual.

4.
Latar budaya
Layat budaya bersifat modern
Latar budaya bersifat lokal, nasional, dan sudah bercampur dengan budaya modern.

5.
Sikap dan pandangan pengarang
Wanita memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki di bidang pendidikan, pekerjaan, atau yang lainnya.
Adanya usaha pengarang membuat pembaca menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib dan tantangan intelektualitas.

Lihat:
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Sunday, January 24, 2016

Berpidato

Pidato adalah bentuk wacana di hadapan massa dengan tujuan tertentu. Tujuan pidato yaitu menyampaikan gagasan atau pesan kepada pendengar.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, November 30, 2015