Contoh Soal Menunjukkan Kalimat yang Tidak Padu dalam Teks (Paragraf)

Contoh Soal Menunjukkan Kalimat yang Tidak Padu dalam Teks (Paragraf) 1. Bacalah teks berikut! (1) Telinga adalah organ indera pendengar....

Showing posts with label Materi Kelas 9 Semester Ganjil. Show all posts
Showing posts with label Materi Kelas 9 Semester Ganjil. Show all posts

Resensi Buku "Matematika Kehidupan" Karya Muhammad Hifni


Matematika Kehidupan

Judul : MATEMATIKA KEHIDUPAN
Pengarang : Muhammad Hifni
Penerbit : Pustaka Intermedia, Surabaya
Tahun : 2017
Jumlah halaman : vii + 66

Sebagai mata pelajaran umum di sekolah dasar maupun menengah, Matematika kadang tidak begitu bersahabat di hati sebagian kecil para siswa. Matematika sering menjadi penyebab ketakutan siswa. Matematika seakan seperti monster yang akan siap menelan mentah-mentah batok kepala mereka.


Bila demikian,  ada apa dengan matematika?


Dalam buku kecil yang berjudul “Matematika Kehidupan” karya Muhammad Hifni akan mengantarkan sidang pembaca kepada esensi matematika itu sendiri. Siapa matematika, dan mengapa harus matematika, akan terjawab secara lugas dan faktual.

Begitu pula bagaimana matematika berperan dalam seluruh lini kehidupan, dikupas dengan singkat, padat, dan kekinian. Selayaknya makanan ringan (snack) yang gurih dan berasa di lidah.

Baca juga: Menulis Resensi Buku Pengetahuan

Pada dasarnya buku ini merupakan sebuah kontemplasi atau perenungan dari guru pembelajar yang selalu ingin mengubah keadaan supaya lebih baik. Utamanya pada gairah pembelajaran matematika di sekolah. Sehingga bebagai renungan itu tertuang ke dalam sebuah catatan dan dikonversikan menjadi sebuah buku. Lalu oleh si penulis, buku ini terasa hidup dan menyentuh ke relung jiwa.

Sebagai orang yang berlatar belakang ilmu sains, Muhammad Hifni berhasil memperkenalkan matematika dalam buku kecil ini. Mengungkap fakta-fakta dalam matematika, dan menyuguhkan berbagai fenomena yang terkadang tidak kita sadari.

Maka dengan hadirnya “Matematika Kehidupan” bisa menjadi gairah baru dalam pembelajaran matematika. Asumsi-asumsi miring pada pelajaran matematika terberbantahkan dalam buku ini. Sehingga sangat membantu dalam menyegarkan kembali pelajaran matematika di sekolah.

Buku sederhana ini bisa menjadi bahan bacaan ringan bagi para siswa maupun guru matematika. Karena sewaktu-waktu terkadang jenuh melihat angka-angka di buku pelajaran matematika. Buku ini akan menjadi selingan dan penyemangat yang akan menggugah kembali kecintaan akan ilmu-ilmu esksakta khususnya matematika.

Walaupun pada buku ini masih terdapat kekurangan terutama pada pemakaian tata bahasa baku bahasa Indonesia yang menyebabkan di beberapa bagian terdapat tipo, sehingga akan sedikit menyulitkan bagi pembaca setingkat pelajar SLTP. Namun demikian tidak mengurangi bobot isi buku ini.

Buku ini memang sepantasnya dimiliki oleh para siswa SLTP maupun SLTA. Sebagai sisi lain dari pelajaran yang bernama “MATEMATIKA, buku  ini berperan penting dalam mengubah mindset (pola pikir) para siswa yang terkadang sulit asyik mansyuk dengan pelajaran Matematika.

Selamat membaca.

Peresensi: Abduh Sempana

Bila Anda ingin menyelam lebih jauh ke dalam “Matematika Kehidupan”, bisa menghubungi langsug Penulis di nomor: 081803670532

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, August 22, 2017

Kumpulan Ringkasan Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP/MTs

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, October 10, 2016

Materi Tentang Syair

Pengertian Syair
Syair merupakan bentuk puisi lama. Kata syair berasal dari Arab, syu'ur berarti tembang dan sya'ra berarti menembang.

Ciri-Ciri Syair
Syair memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Setiap bait terdiri atas empat baris.
  2. Setiap baris teridiri atas 8-12 suku kata.
  3. Setiap baris dalam satu bait diakhiri bunyi akhir yang sama atau berima sama. Rima disebut juga sajak. Pola sajaknya dapat dirumuskan dalam bentuk a-a-a-a.
  4. Hubungan antar bait sangat erat dan logis.
  5. Isinya berupa nasihat, cerita, dongeng, lukisan peristiwa, pengajaran, ataupun mistik.
Syair memiliki tema dan pesan. Tema merupakan sesuatu yang menjadi dasar dari sebuah karya sastra. Pesan merupakan keinginan penyair yang disampaikan melalui karyanya.

Contoh Syair

"Syair Abdul Muluk"

Berhentilah kisah raja Hindustan,
Tersebutlah pula suatu perkataan,
Abdul Hamid Syah paduka Sultan,
Duduklah baginda bersuka-sukaan.

Abdul Muluk putra baginda,
Besarlah sudah bangsawan muda,
Cantik majelis usulnya syahda,
Tiga belas tahun umurnya ada,

Parasnya elok amat sempurna,
Petah majelis bijak laksana,
Memberi hati bimbang gulana,
Kasih kepadanya mulya dan hina.

Akan Rahmah puteri bangsawan,
Parasnya elok sukar dilawan,
Sedap manis barang kelakuan,
Sepuluh tahun umurnya tuan.

Sangatlah suka duli mahkota,
Melihat puteranya besarlah nyata,
Kepada isteri baginda berkata,
"Adinda nin apalah bicara?

Kepada pikir kakanda sendiri,
Abdul Muluk kemala negeri,
Baiklah kita seri beristeri,
Dengan anakanda Rahmah puteri."

Permaisuri menjawab madah,
"Sabda kakanda benarlah sudah,
Kan anakanda Sitti Rahmah,
Patutlah sudah ia berumah."

...............................

Lihat : Contoh Soal Syair Pilihan Ganda

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Friday, September 23, 2016

Pengertian Alur, Jenis-Jenis Alur, dan Tahap-Tahap Alur

Unsur karya sastra terbagi atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan  unsur-unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Unsur intrinsik karya sastra antara lain tema, penokohan, latar, alur, sudur pandang, gaya bahasa, dan amanat.

Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar. Unsur ekstrinsik karya sastra diantaranya yakni hal-hal yang berkaitan dengan masalah sosial, budaya, agama, pendidikan, politik, maupun bahasa yang ikut berperan dalam karya sastra itu sendiri.

Pada kesempatan ini, pembahasan kita khusus mengenai unsur instrinsik karya sastra bagian alur. Diantarnya, mengetahi pengertian alur, jenis-jenis alur, dan tahap-tahap alur.

Pengertian alur
 Alur merupakan jalannya cerita yang dibuat oleh pengarang dalam menjalin kejadian secara berurutan dengan memperhatikan sebab akibat sehingga menjadi kesatuan yang bulat.

Jenis-jenis alur
Alur disebut juga plot. Alur yang membangun suatu karya terbagi atas beberapa bagian sebagai berikut.

1. Alur maju
Bagian alur disajikan secara berurutan dari tahap perkenalan atau pengantar, dilanjutkan dengan tahap penampilan masalah, dan diakhiri dengan tahap penyelesaian.

Contoh:
Penulis menceritakan seorang tokoh sejak kelahiran sampai tokoh tersebut dewasa.

2. Alur mundur
Alur ini disusun dengan mendahulukan tahap penyelesaian atau tahap peruncingan masalah, lalu disusun dengan tahap-tahap lain yang menceritakan peristiwa-peristiwa yang mendahului.

Contoh:
Pertama, penulis menampilkan keadaan atau kejadian yang dialami tokoh pada hari ini. Selanjutnya, penulis menceritakan kejadian tokoh pada masa lalu. Penulis menceritakan peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh semasa kecil atau masa lalu.

3. Alur gabungan.
Alur ini merupakan perpaduan antara alur maju dan alur mundur. Maksudnya, susunan penyajian urutan peristiwa diawali dengan puncak ketegangan, lalu dilanjutkan dengan perkenalan, dan diakhiri dengan penyelesaian.

Alur gabungan juga menceritakan peristiwa yang dialami tokoh saat ini disertai dengan peristiwa yang dialami tokoh pada masa lalu. Misalnya, tiga hari yang lalu atau pada masa kanak-kanak.

Contoh:
Penulis menceritakan kehidupan yang dialami tokoh pada saat ini. Kemudian, penulis menceritakan masa kecil tokoh dan mengisahkan kembali kehidupan tokoh saat ini.

Tahap-tahap alur

 Alur dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut.

1. Tahap penyituasian
Tahap ini merupakan tahap pembukaan cerita atau pemberian informasi awal, terutama berfungsi untuk melandasi cerita yang dikisahkan pada tahap berikutnya.

2. Tahap pemunculan konflik
Tahap ini merupakan tahap awal munculnya konflik. Konflik akan berkembang menjad konflik-konflik pada tahap berikutnya.

3. Tahap peningkatan konflik
Konflik yang telah dimunculkan pada tahap sebelumnya semakin berkembang. Peristiwa-peristiwa yang menjadi inti cerita  semakin mencengangkan dan menegangkan.

4. Tahap klimaks
Konflik- konflik yang terjadi atau ditimpakan kepada para tokoh cerita mencapai titik intensitas puncak. Klimaks sebuah cerita akan dialami oleh tokoh-tokoh utama yang berperan sebagai pelaku dan penderita terjadinya konflik utama.

5. Tahap penyelesaian
Konflik yang telah  mencapai klimaks diberi penyelesaian. Ketegangan dikendurkan. Konflik-konflik tambahan (jika ada) juga diberi jalan keluar, kemudian cerita diakhiri. Tahap ini disesuaikan dengan tahap akhir di atas.

Demikian pembahasan mengenai alur dan bagian-bagiannya. Semoga bermanfaat.

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Sunday, August 21, 2016

Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif

Pengertian dialog Interaktif
Dialog interaktif adalah masalah perbincangan dua orang atau  lebih yang membahas suatu masalah. Dialog interaktif melibatkan pemirsa dan pendengar. Dialog interaktif mempunyai tema. Tema dapat diketahui dari masalah yang dibicarakan. Selain itu, isi dialog interaktif dapat disimpulkan.

Cara mendapatkan informasi lengkap sebagai berikut.
  1. Menyimak secara cermat dialog yang disiarkan secara utuh.
  2. Mencatat informasi yang terdapat dalam dialog dengan menulis pokok-pokok informasi dialog. Pokok-pokok informasi merupakan masalah, peristiwa, atau kejadian yang dibicarakan dalam dialog. Dialog interaktif memuat bebarapa informasi.
  3. Merangkum jawaban berdasarkan informasi yang ditemukan dalam dialog interaktif.
  4. Membuat kesimpulan dari kalimat utama dalam rangkuman.
  5. Melaporkan informasi secara tertulis atau lisan.
Perhatikan contoh berikut!
Sastra Wijaya: "Pada akhir bulan Oktober kemarin, harga kopi dari Dairi Sumatera Utara murah. Dapatkah Anda menjelaskan penyebabnya?

Sondang Brutu: "Harga kopi di Sumatera Utara murah karena biji-biji kopi tersebut dibeli oleh tengkulak. Ditambah lagi, di Dairi belum ada pabrik pengolahan kopi, jadi mau tidak mau masyarakat harus menjual hasil kebun kepada tengkulak. Berbeda dengan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang memiliki pabrik pengolahan kopi. Hasil kopi di Tana Toraja sebagian diolah sendiri dan sebagian diekspor. Bahkan ada beberapa pabrik di Toraja yang menujual kopi bubuk ke luar negeri. Nama Toraja dapat dikenal di luar negeri sebagai penghasil kopi. Saya kira, hal tersebut yang menyebabkan harga kopi di Sumatera lebih rendah daripada di Toraja."

Suwardi: "Apakah masyarakat di Dairi belum mampu mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk, Pak?"

Sondang Brutu: "Selama pengamatan saya, masyarakat di Dairi belum mampu memanfaatkan hasil kebun mereka. Mereka belum mampu membuat kopi bubuk. Mereka hanya menjual biji kopi apa adanya. Hal inilah yang menyebabkan daya saing petani kopi di Dairi tidak kuat karena kita tidak bisa membuat kopi bubuk sendiri untuk dijual."

Sastra Wijaya: "Lalu bagaimana nasib petani kopi di Dairi jika kondisi masih seperi itu?

Sondang Brutu: "Penurunan harga biji kopi yang semakin hari semakin murah membuat khawatir para petani Dairi. Jika hal tersebut masih berlangung lama, kemungkinan para petani akan memutuskan untuk pindah menanam komoditas lain yang tidak bergantung pada ekspor."

TUGAS:
A. Sambil mendengarkan, catatlah pokok-pokok informasi dari dialog interaktif tersebut!

Contoh jawaban:
Pokok-pokok informasi yang terdapat dalam dialog interaktif sebagai berikut.
1. Pada akhir bulan Oktober 2009 harga kopi di Dairi sangat murah.
2. Penyebab terjadi rendahnya harga kopi sebagai berikut.
  • Biji-biji kopi di Dairi dibeli oleh tengkulak.
  • Masyarakat Dairi belum memiliki pbrik pengolahan kopi.
  • Dairi belum memiliki pabrik pengolahan kopi.
  • Petani kopi di Dairi akan beralih menanam komoditas pertanian yang lain.
3. Proses terjadinya harga kopi di Dairi sangat murah sebagai berikut.
Petani kopi di Dairi menjual hasil kebun mereka kepada tengkulak. Mereka menjual biji kopi apa adanya tanpa diolah terlebih dahulu. Mereka belum mampu mengolah hasil kebun sendiri. Di Dairi tidak terdapat pabrik pengolahan kopi. Hal tersebut yang menyebabkan harga kopi di Dairi sangat rendah. Petani kopi di Dairi tidak mampu bersaing dengan petani kopi dari daerah lain karena hasil kebun tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

B. Tentukan tema dialog interaktif yang telah kamu dengarkan! Kamu dapat menentukan tema dialog interaktif berdasarkan pokok-pokok dialog yang telah kamu catat.

Jawaban:
Tema dialog interaktif tersebut tentang rendahnya harga jual kopi di dairi, Sumatera Utara.

C. Simpulkan isi dialog interaktif yang telah kamu dengarkan!


Contoh jawaban:
Harga kopi di Dairi rendah disebabkan oleh beberap hal, pertama, kopi dari petani dibeli oleh tengkulak. Tengkulak membeli dengan harga sangat rendah. Kedua, petani di Dairi belum memiliki kemampuan untuk mengolah hasil kebunnya menjadi kopu bubuk. Ketiga, di Dairi tidak terdapat pabrik pengolahan kopi sehingga petani hanya mampu menjual hasil kebunnya kepada tengkulak. Apabila harga kopi masih rendah, dimungkinkan para petani akan beralih menanam komoditas yang lain.

Lihat: Contoh Soal Pilihan Ganda - Dialog Interaktif
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, August 09, 2016

Pengertian Sudut Pandang dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Sudut Pandang
Sudut pandang atau yang biasa disebut point of view (POV) adalah posisi pengarang di dalam cerita.

Macam-macam Sudut Pandang
Pada dasarnya sudut pandang dibagi menjadi dua yaitu sudut pandang orang pertama, dan sudut pandang orang ketiga. Namun kedua jenis tersebut terbagi lagi menjadi sudut pandang orang pertama pelaku utama, sudut pandang orang pertama pelaku sampingan, sudut pandang orang ketiga pelaku utama, sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan sudut pandang orang ketiga pengamat.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Thursday, March 24, 2016

Menulis Iklan Baris

Iklan baris merupakan iklan yang hanya terdiri atas beberapa baris dan biasanya dimuat di surat kabar. Gaya penulisan iklan baris jarang ditulis dengan lengkap karena da aturan-aturan yang mengatur batasan panjang pendeknya sebuah iklan baris.

Aturan yang disepakati secara umum yaitu iklan baris terpendek minimal dua baris dan panjang maksimal sepuluh baris. Oleh karena itu, dalam iklan baris terdapat penyingkatan kata yang lazim.

Kriteria iklan baris

a. Bersifat komunikatif
Komunikatif berarti maksud yang terkandung dalam iklan tersebut langsung bisa ditangkap oleh pembaca. Pembaca tidak merasa kebingungan atau tidak paham terhadap istilah atau kata atau singkatan yang ada dalam iklan tersebut.

b. Singkat
Syarat singkat dalam penulisan iklan baris di surat kabar terutama berkaitan dengan penghematan biaya. Untuk mewujudkan  penulisan iklan yang singkat dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu dengan hanya menggunakan kata-kata yang memang amat penting saja dan dengan menggunakan singkatan.

c. Lengkap
Penggertian lengkap di sini mencakupi tersedianya informasi yang dibutuhkan oleh pembaca iklan.

Unsur-unsur yang harus ada dalam iklan baris lowongan pekerjaan:
(1)    Jenis lowongan,
(2)    Kriteria sumber daya manusia yang dibutuhkan,
(3)    Alamat pemasang iklan,
(4)    Batas waktu pelamar,
(5)    Hak yang akan diperoleh pelamar yang diterima.

Sedangkan Unsur-unsur yang harus tercantum dalam penulisan iklan baris jenis jual beli atau penawaran barang/jasa adalah:
(1)    Barang atau jasa yang ditawarkan,
(2)    Kondisi barang
(3)    Alamat, serta
(4)    Harga barang.

Perhatikan beberapa daftar singkatan yang sering dipergunakan dalam menulis iklan baris.



Contoh penulisan iklan baris:

DICARI agen pupuk organik kualitas tinggi, stok byk utk slrh wil ind. mdl kcil, untung 20-30% + bns pnjualn. Hub: hayi 087763157041

Cara membacanya:

Dicari sebuah agen pupuk organik. Pupuk organik tersebut memiliki kualitas tinggi. Jumlah pupuk organik tersebut sangat banyak sehingga membutuhkan agen yang banyak pula. Agen yang dibutuhkan untuk seluruh Indonesia. Modal yang diperlukan  untuk menjadi agen sangat kecil. Keuntungan yang dicapai untuk menjadi agen sebanyak 20-30% ditambah bonus dari setiap penjualan. Jika Anda berminat menjadi agen, hubungi Hayi dengan nomor HP : 087763157041

Lihat: Contoh Soal Iklan Baris Pilihan Ganda
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Friday, December 04, 2015

Membedakan Fakta dan Opini dalam Iklan

Pengertian Fakta dan Opini:
Fakta adalah hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kaenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.


Opini merupakan pikiran, anggapan, buah pemikiran, atau perkiraan.

Bentuk:
Fakta berbentuk gambar, foto, data statistik, tabel peristiwa, dan grafik. Adapun opini berupa saran, kritik, harapan, dan nasihat.


Sifat:
Fakta bersifat menunjukkan sedangkan opini bersifat mengharapakan.


Pengertian Iklan


Adapun pengertian Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual dan dipasang melaui media masa. Iklan dapat ditemui di majalah, surat kabar, atau televisi.

Iklan bertujuan untuk menarik perhatian, mendorong, serta membujuk pihak lain agar memiliki atau memenuhi permintaan yang terdapat dalam iklan tersebut. 

Berdasarkan jenisnya, iklan dibedakan atas iklan layanan masyarakat, iklan niaga, dan iklan keluarga.

Iklan dapat dibaca dengan membaca intensif. Membaca intensif merupakan kegiatan membaca untuk memahami semua hal yang akan disajikan dalam bacaan. Oleh karena itu, membaca intensif dapat dilakukan dengan cara berikut.
1.    Membaca dengan cermat setiap kalimat dari awal hingga akhir teks.
2.    Mencatat hal-hal yang ingin diketahui.


Lihat : Contoh Soal tentang Fakta, Opini, dan Iklan Berbentuk Pilihan Ganda
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Wednesday, November 04, 2015

Menggunakan Kata yang Mengalami Pergeseran Makna

 Macam-macam pergeseran makna kata, yaitu:

1. Generalisasi (perluasan makna kata)
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, October 20, 2015

Menyunting Karangan

Menyunting dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya menyiapkan naskah siap untuk diterbitkan dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, atau pilihan kata, dan struktur kalimat). Dari definisi tersebut dapat terkandung pengertian bahwa menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki naskah.
Lihat: Contoh Soal Menyunting Karangan Berbentuk Pilihan Ganda serta Jawabannya
Menyunting dapat dilakukan  dengan meperhatikan hal-hal di bawah ini.

1.    Ketepatan penulisan huruf, kata, lambang bilangan, serta ketepatan penggunaan tanda baca.
2.    Ketepatan penggunaan kata-kata untuk mengungkapkan suatu maksud sesuai dengan situasi dan
       kondisi.
3.    Keefektifan kalimat untuk mewakili gagasan atau perasaan penulis yang ingin disampaikan
       kepada pembaca.
  • Syarat kalimat efektif sebagai berikut.Logis, apabila makna kalimat dapat diterima oleh jalan pikiran atau akal sehat manusia.
  • Hemat apabila kalimat yang disusun tidak menggunakan kata secara berlebihan.
  • Padu, apabila hubungan antarunsur dalam kalimat tidak teranggu.
4.    Struktur kalimat yang baik harus mengandung unsur S – P (subjek – predikat). Akan tetapi,
       dalam hal-hal tertentu, bisa digunakan kalimat tidak lengkap.
5.    Kepaduan paragraf.
       Syarat paragraf padu sebagai berikut.
  • Kelengkapan. Sebuah paragraf terdiri atas kalimat topik dan kalimat penjelas, kecuali paragraf tersebut  paragaraf narasi atau paragraf deskripsi.
  • Kesatuan, sebuah paragraf memiliki gagasan pokok yang tersirat pada kalimat utama.
  • Urutan kalimat. Kalimat-kalimat disusun secara runtut sesuai dengan urutan jalan pikiran (deduktif, induktif, deduktif-induktif) maupun sesuai dengan urutan kejadian (narasi atau deskripsi).
  • Koherensi. Hubungan antar kalimat jelas sehingga gagasan dapat tergambar secara padu.
Berdasarkan hal tersebut, menyunting dapat dilakukan dengan langkah-langkah seperti berikut.
1.    Membaca kalimat demi kalimat untuk menemukan kesalahan penggunaan ejaan, pemilihan kata,
       atau pola kalimat.
2.    Membetulkan kesalahan ejaan, mengganti kata yang tidak tepat, dan memperbaiki kalimat yang
       tidak tepat.
3.    Membetulkan kalimat dapat dilakukan dengan cara;
  • Menambah kata;
  • Mengganti kata;
  • Mengurangi kata;
  • Mengubah susunan kata dalam kalimat tersebut sehingga menjadi kalimat yang baku.
4.    Memeriksa keterpaduan paragraf untuk menemukan kesalahan.
5.    Memperbaiki kesalahan paragraf dengan cara:
  • Membuang kalimat yang tidak padu;
  • Mengganti kalimat yang tidak padu dengan kalimat yang padu, serta
  • Menambahkan kalimat agar paragraf tersebut menjadi runtut.
6.    Memperbaiki keruntutan paragraf dapat dilakukan dengan cara;
  • Membuang paragraf yang tidak padu;
  • Menempatkan paragraf pada urutan yang tepat; dan
  • Menambahkan paragraf di antara paragraf yang tidak runtut.

Demikian sekilas mengenai menyunting karangan yang dipungut dari buku bahasa Indonesia kelas IX. Semoga bermanfaat.

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Thursday, October 15, 2015

Melaporkan Peristiwa

Kamu sering melihat atau mengalami suatu peristiwa. Kamu juga dapat mengetahui peristiwa melalui membaca atau mendengarkan berita. Kemudian kamu dapat  menyapaikan pertistiwa tersebut kepada orang lain. Cara menyampaikan suatu peristiwa kepada orang lain sebagai berikut.
  1. Menggunakan bahasa yang komunikatif, lugas, dan  santun. 
  2. Urutan penyampaian peristiwa disesuaikan dengan urutan pokok-pokok peristiwa.
  3. Isi peristiwa disusun secara lengkap (tidak ada bagian yang terlewati) tanpa  penambahan dan pengurangan.
  4. Menggunakan intonasi yang bervariasi dan suara yang jelas.
  5. Jika perlu, menggunakan alat peraga agar lebih meyakinkan.
Lihat: Kumpulan Soal tentang Menyusun Kalimat LaporanContoh Soal Laporan untuk Kelas 8 SMP/MTs

Kamu dapat bercerita dengan cara mendeskripsikan peristiwa tersebut. Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Deskripsi peristiwa memuat hal-hal berikut. 
  1. Waktu peristiwa terjadi 
  2. Tempat terjadinya peristiwa
  3. Proses terjadinya peristiwa
  4. Akibat dari peristiwa
  5. Peristiwa yang terjadi
  6. Orang atau hal yang mengalami peristiwa.
Contoh laporan: Acara HUT RI ke 70 di kecamatan Suralaga dimulai kegiatan jalan-jalan sehat (JJS). Acara JJS cukup meriah diikuti oleh seluruh pegawai lembaga pemerintahan dan non-pemerintahan yang ada di wilayah kecamatan Suralaga. Ada sekitar dua ratusan orang yang memenuhi  rute perjalanan JJS pagi Jumat tadi (7/8/2015). Termasuk Camat Suralaga ikut dalam rombongan paling depan sebagai komado kegiatan tersebut.

Acara yang digelar sekali setahun tersebut merupakan wujud kampanye kesehatan. Para perserta pun sangat antusias mengikutinya. Terutama kaum ibu yang jarang-jarang melakukan kegiatan olahraga. Sehingga pada kesempatan itu mereka dapat mengencangkan otot secara beramai-ramai. 


Adapun rute JJS yakni dimulai dari kantor camat Suralaga menuju ke utara  dan belok kiri di Simpang menuju desa Paok Lombok. Selanjutnya belok kiri menuju ke Kopong. Di pekuburan Ampan belok kiri lagi menuju ke desa Tumbuh Mulia. Kemudian belok kiri hingga kembali lagi ke Kantor camat.


(Sumber : kabartumbuhmulia.blogspot.com)


Contoh Soal :
1.    Peristiwa apa yang dilaporkan?

  • Kegiatan jalan-jalan sehat (JJS) sebagai acara pembuka HUT RI ke 70 di kecamatan Suralaga
2.    Siapa yang mengalami peristiwa tersebut?
  • Camat Suralaga dan seluruh pegawai lembaga pemerintahan dan non-pemerintahan yang ada di wilayah kecamatan Suralaga
3.    Kapan peristiwa itu terjadi?
  • Jumat, 7 Agustus 2015
4.    Di mana peristiwa itu terjadi?
  • Di kecamatan Suralaga
5.    Mengapa peristiwa itu terjadi?
  • Merupakan wujud kampanye kesehatan
6.    Bagaiman peristiwa itu terjadi?
  • JJS tersebut dimulai dari kantor camat Suralaga menuju ke utara  dan belok kiri di Simpang menuju desa Paok Lombok. Selanjutnya belok kiri menuju ke Kopong. Di pekuburan Ampan belok kiri lagi menuju ke desa Tumbuh Mulia. Kemudian belok kiri hingga kembali lagi ke Kantor camat.

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, October 13, 2015

Menulis Resensi Buku Pengetahuan

Resensi adalah pertimbangan atau perbincangan buku. Resensi bertujuan untuk memberikan rangsangan kepada pembaca agar membaca atau memiliki buku tertentu. Selain itu, resensi akan membantu penerbit atau pengarang memperkenalkan buku tersebut kepada masyarakat.

Unsur-unsur resensi :

1. Identitas Buku
Identitas buku mencakup judul buku, jenis buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman.

Contoh:
Judul buku : Jejak Tersapu Ombak
Jenis buku : fiksi
Pengarang : Abduh Sempana
Penerbit : Meta Kata
Tahun Terbit : 2013
Jumlah halaman : 74

2. Macam atau jenis buku 
Penulis resensi menunjukkan jenis buku yang diresensi, termasuk fiksi atau nonfiksi

3. Sinopsis isi buku
Dalam bagian ini peresensi megemukakan pokok-pokok isi buku, dengan kata lain peresensi membuat rigkasan isi buku.

4. Keunggulan dan kelemahan buku
Penulis resensi harus mengemukakan segi-segi menarik dan kekurangan buku tersebut.

5. Kesimpulan
Penulis resensi mengemukakan nilai yang diperolehnya terhadap buku yang diresensi dan imbauan-imbauan untuk pembaca.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, September 22, 2015

Memahami Unsur-Unsur Cerpen

Cerpen merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa. Cerpen dibangun oleh dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, September 21, 2015

Membaca Indeks Buku

Pengertian Indeks Buku
Indeks merupakan daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan. Indeks terletak pada bagian akhir buku. Indeks tersusun menurut abjad-abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah ditemukan. Indeks dapat berupa kata, frasa, nama orang, judul buku, ataupun istilah.

Cara Membaca Indeks Buku
Membaca indeks dapat dilakukan dengan cara membaca sekilas. Membaca sekilas indeks dilakukan dengan cara langsung mencari kata yang hendak dicari informasinya dalam daftar indeks. Di sisi kata atau istilah yang hendak dicari pasti ada nomor halaman-halaman yang memuat informasi tentang istilah atau kata tersebut.

Contoh indeks buku
kontrastif, 204, 205                 restriktif, 380
kualitatif, 204                          sebagian, 379
kuantitaif, 204                         takmewatasi, 380
limitatif, 204                           takrestriktif, 380
pembuka wacana, 208            artikula, 306-308
tidak berdampingan, 202        gelar, 307
tunggal, 199, 209                    makna kelompok, 307
adversatif, 148                        menominalkan, 308
afiks, 32                                  artikulasi, 51, 67
asing, 190, 223                       artikulator, 51
gabungan, 120, 143, 222, 233,343  atribut, 335, 337
nominal, 222                           awalan lihat prefiks
verbal, 103                              bahasa asing, 23
afikasasi, 119-120, 159, 220   bahasa baku, 13, 15
afiksasi nol, 195                      bahasa daerah, 2, 22
afrikat palatal, 70                    bahasa ibu, 1
ajakan, 356                              bahasa pertama, 1
akhiran lihat sufiks                  bahasa indonesia
akronim, 122                           bahasa kedua, 1
aksen, 4, 84, 86                       baku, 11, 13, 16
alat ucap, 47                           konsonan, 66
alofon, 26, 27, 53, 60, 72       pembakuan, 11
alomorf,                                  penutur, 1, 4
peng-, 226, 227                      persebaran, 2
peng- -an, 230                        ragam, 3
per-, 222                                tata bahasa, 18
- -wan/-wati, 236                   tata bunyi, 56
alveolar, 51, 68, 69, 70, 71   diasistem, 57
anafora, 44, 417, 430             yang baik dan benar, 9, 20
analogi, 31, 228                    bahasa nasional, 15, 23
anteseden, 417                      bahasa nusantara purba, 3
aposisi, 248, 378, 381          bahasa resmi, 22
mewatasi, 380                      bahasa tona, 55
penuh, 379                           benefaktif, 345


Lihat juga: Contoh Soal Indeks Buku

Sumber :
- Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs
- berpendidikan.com


Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, September 21, 2015

Musikalisasi Puisi

MUSIKALISASI PUISI

Musikalisasi merupakan kegiatan mengekspresikan puisi dalam bentuk lagu. Dalam musikalisasi puisi terdapat dua kegiatan. Kegiatan yang pertama membacakan puisi diiringi musik tertentu. Kamu dapat menggunakan gitar atau piano untuk mengiringi pembacaan puisi. Kegiatan yang kedua mengubah puisi menjadi syair lagu. Kegiatan kedua ini sulit dilakukan jika kamu tidak memahami sotasi musik.

Lihat: Contoh Soal Tentang Musikalisasi Puisi Berbentuk Pilihan Ganda

Dalam melatih membawakan musikalisasi puisi, kamu perlu memahami sistem dalam suatu musik/lagu yang ditentukan oleh irama dengan parameter berikut:
  1. Nada (melodi) yaitu unsur terkecil dalam musik yang mempunyai jenis tinggi rendah.
  2.  Accord adalah rangkaian nada yang tersusun secara teratur dari sebuah tangga nada.
  3. Nada dasar (tangga nada) merupakan kerangka utama sebuah lagu.
  4. Durasi nada adalah suatu notasi pada nada sehingga bisa menggambarkan not atau nada tersebut dibaca panjang atau pendek atau dengan durasi yang lama atau sebentar.
  5. Ritme menyangkut ketukan detik yang teratur dan pola yang teratur.
  6. Syair dan lirik.
Adapun komponen yang harus diperhatikan dalam musikalisasi puisi sebagai berikut :
  1.  Penghayatan yaitu memahami dan merasakan  isi puisi yang akan dimusikalisasi.
  2. Vokal yaitu kejelasan ucapan, jeda, kelancaran, dan ketahanan.
  3. Penampilan yaitu menampilkan musikalisasi puisi dengan gerakan-gerakan yang wajar, tidak dibuat-buat, sesuai dengan penghayatan isi yang dibawakan.

Contoh puisi yang baik untuk dimusikalisasi puisi.

“Dalam Doaku”
(Karya: Sapardi Djoko Damono)

Dalam doaku subuh ini
kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,
yang meluas hening siap menerima cahaya pertama,
yang melengkung hening karna kan menerima suara-suara.

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala
dalam doaku kau menjelma, pucuk-pucuk cemara, yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesah entah dari mana.

Dalam doaku sore ini
kau menjelma seekor burung gereja
yang mengibas-ngibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting gugurkan bulu bunga jambu,
yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu.

Magrib ini dalam doaku,
kau menjelma angin yang turun sangat perlahan...
dari nun di sana, berjijingkat di jalan kecil itu...
menyusup di celah-celah jendela dan pintu
dan menyentuh-nyentuhkan, pipi dan bibirnya, di rambut dahi dan bulu, bulu mataku.....

Dalam doa malamku,
kau menjelma denyut jantungku, menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah ba....tasnya,
yang setia menyusut rahasi demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku....

Aku mencintaimu
Itu sebabnya aku
Takkan pernah selesai mendoakan kes’lamatanmu...


Sumber: Buku Bahasa Indonesia IX, JP Books
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Thursday, September 17, 2015

Hubungan Sebab Akibat

Dalam Tata Baku Bahasa Indonesia, hubungan sebab dan akibat dibedakan sebagai berikut :
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, September 07, 2015

Mengkritik dan Memuji Berbagai Karya/Produk

Mengkritik yaitu memberikan tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya sastra, karya seni, atau pendapat.

Memuji berarti mengagumi, menghargai sesuatu yang dianggap baik, indah, bagus, dan berani.

Lihat: Contoh Soal Pilihan Ganda Mengkritik dan Memuji Berbagai Karya (Seni/Produk)

Memberikan pujian haruslah obyektif dan tidak berlebih-lebihan. Begitu pula dengan kritik yang disampaikan juga harus obyektif.

Kritik yang disampikan harus dengan menggunakan bahasa yang santun serta masuk akal. Alasan tersebut sedapat mungkin dapat diterima oleh semua pihak dengan dada lapang dan senang. Sebaliknya, kritik yang tidak memperhatikan kesantunan dalam berbahasa dapat menyebabkan pihak yang dikritik kecewa, kesal, dan bahkan marah. Oleh karena itu, kritik harus disampaikan dengan bahasa yang santun, disertai alasan yang logis bahkan kalau perlu membantu mencarikan jalan keluarnya.

Contoh pujian:
  • Ukiran kayu tersebut sangat menarik dan benar-benar mewujudkan inspirasi pematung. Orang akan sangat tertarik melihat ukiran tersebut.
  • Patung tersebut sangat menarik karena detail-detail pahatan patung tampak dikerjakan oleh tangan-tangan terampil dan pembuat patung sangat teliti dalam memahat patung terebut.

Contoh kritikan:
  • Ukiran patung memang menarik, tetapi sayangnya dijual dengan harga yang sangat mahal sehingga tidak semua orang dapat memilikinya.
  • Detail-detail patung tersebut sangat bagus, tetapi jauh dari realitas sosial. Hal ini mungkin karena patung tersebut hanya sebagai simbol saja. Ketidaksamaan patung dengan objek yang sebenarnya membuat orang yang melihat berpikir lebih lama mengenai arti dan bentuk patung.
Lihat:
Contoh Soal Essay Mengkritik dan Memuji Berbagai Karya (Seni/Produk)

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Monday, September 07, 2015

Tentang Kalimat Efektif

Apakah yang dimaksud dengan kalimat efektif?

Kalimat efektif yaitu kalimat yang tiap-tiap kata yang membangun kalimat tersebut mempunyai fungsi yang pasti. Kalau sebuah kalimat memilki sebuah kata yang tidak berfungsi, kalimat tersebut disebut kalimat mubazir, dan dianggap tidak efektif. Contoh ; kalimat yang diawali dengan kata sambung seperti, dari, bagi, dan dengan.

Di toko ini menyediakan pupuk. (tidak efektif)
Toko ini menjual pupuk. (efektif)
Walaupun hujan tetapi dia pegi juga. (tidak efektif)
Walaupun hujan, dia pergi juga.(efektif)

Bagaimanakah sebuah kalimat dikatakan efektif?

Sebuah kalimat dikatakan efektif apabila memenuhi syarat kalimat efektif. Ada pun sayarat kalimat efektif secara umum dibagi menjadi dua, yakni :

1.    Syarat awal yang meliputi pemilihan kata (diksi), dan penggunaan ejaan.

a.    Diksi
Pemilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. (Keraf, 2009 : 24)

b.      Penggunaan ejaan
Ejaan yaitu kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.

Jadi, secara teknis yang dimaksud dengan ejaan adalah (1) penulisan huruf, (2) penulisan kata, dan (3) penulisan tanda baca.

2.    Syarat utama yang meliputi struktur kalimat dan ciri kalimat efektif.

a.    Struktur kalimat efektif,
Struktur kalimat efektif meliputi:

1)    Struktur kalimat umum
Kalimat yang baik minimal dibangun oleh sebjek dan predikat

2)    Struktur kalimat paralel
Jika sebuah ide dalam suatu kalimat dinyatakan dengan frase (kelompok kata), maka ide-ide yang sejajar harus dinyatakan denga frase. Jika sebuah ide dalam suatu kaliat dinyatakan dengan kata benda (misalnya bentuk pe-an, ke-an), maka ide lainnya yang sederajat harus dinyatakan dengan kata benda juga. demikian juga halnya bila sebuah ide dalam suatu kalimat yang dinyatakan dengan kata kerja (misalnya bentuk me-kan, di-kan), maka ide lainnya yang sederajat harus dinyatakan dengan jenis kata yang sama.
Contoh :

Kegiatannya meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan  mengatur peminjaman buku.(salah)
Kegiatannya meliputi pembelian buku, pembuatan katalog, dan pengaturan peminjaman buku. (benar)
kegiatannya ialah membeli buku, membuat katalog, dan mengatur peminjaman buku.(benar)

b.      Ciri-Ciri Kalimat Efektif
Klimat efektif memiliki empat ciri, yaitu:

1)         Kesatuan (padu)
Sebuah kalimat dikatakan padu apabila hubungan antar unsur dalam kalimat tidak terganggu.
Contoh :                                                                                            
Kepada para mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri di sekeretariat.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat menguntungkan umum.
Pada tahun ini merupakan tahun terakhir masa dianasnya sebagai pegawai negeri.

Kalimat-kalimat tersebut subjeknya kurang jelas karena diantar oleh partikel (kata-kata yang digarisbawahi). Oleh karena itu, partikel perlu dihilangkan sehingga menjadi :
Para mahasiswa diharapkan mendaftarkan diri di sekeretariat.
Keputusan ini merupakan kebijaksanaan yang dapat menguntungkan umum
Tahun ini merupakan tahun terakhir masa dianasnya sebagai pegawai negeri.

2)         Hemat
Sebuah kalimat dikatakan hemat apabila kalimat yang disusun tidak menggunakan kata secara berlebihan. Atau dengan kata lain seberapa banyakkah kata yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengar.
Hal-hal yang membuat sebuah kalimat tidak hemat.
a)        Pengulangan subjek kalimat
            Contoh :
Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui mempelai memasuki ruangan
Menjadi :
Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui mempelai memasuki ruangan.

b)      Hiponim dihindarkan
Perhatikan contoh berikut.
Presiden SBY menghadiri Rapin ABRI hari senin lalu.
Warna kuning dan warna ungu adalah warna kesayangan adikku.
Bulan Maret tahun ini, Presiden SBY akan mengadakan perjalanan muhibah ke beberapa negara tetangga antara lain Malaysia.
Kalimat-kalimat tersebut diperbaiki degan menghilangkan kata hari, warna, dan bulan sehingga menjadi:
Presiden SBY menghadiri Rapin ABRI senin lalu.
Kuning dan ungu adalah warna kesayangan adikku.
Maret tahun ini, Presiden SBY akan mengadakan perjalanan muhibah ke beberapa negara tetangga antara lain Malaysia.

c)       Pemakaian kata depan ‘dari’ dan ‘daripada’
Perhatikan contoh pemakaian dari dan daripada yang benar berikut.
Pak Karto berangkat dari Bandung pukul  7.30
Perhiasan yang indah itu terbuat dari perak
Kalimat A lebih sukar daripada kalimat B.

Bandingkan dengan contoh permakaian dari dan daripada yang tidak benar berikut ini:
Anak dari tetangga saya Senin ini akan dilantik menjadi dokter
Presiden menekankan, bahwa di dalam pembangunan ini kepentingan daripada rakyat harus diutamakan.
Jadi penggunaan dari untuk menunjukkan arah (tempat), asal-usul, sedangkan daripada berfungsi untuk membandingakan sesuatu benda atau hal dengan benda atau hal lainnya.

3)      Koherensi
Yaitu hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. (Gorys Keraf).

Hal-hal yang menyebabkan kalimat tidak koheren :
a)        Karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat.
Contoh :  
Adik saya yang paling kecil memukul dengan sekuat tenaganya kemarin pagi di kebunanjing (tidak baik)
Adik saya yang paling kecil memukul anjing di kebun kemarin pagi, dengan sekuat tenaganya (baik)
b)      Karena salah mempergunakan kata depan, kata penghubung, dan kata sebaimya.
Contoh :  
Kami saling bantu-membantu dalam hal kebaikan (salah)
Kami saling membantu dalam hal kebaikan (benar)
Kami bantu-membantu dalam hal kebaikan (benar)

Temanku menceritakan tentang peristiwa itu (salah)
Temanku menceritakan peristiwa itu (benar)
Temanku bercerita tentang peristiwa itu (benar)

Pengamen itu mengharapkan akan belas kasihan (salah)
Pengamen itu mengaharapkan belas kasihan (benar)
Pengamen itu berharap akan belas kasihan (salah)

c)         Karena salah menempatkan keterangan aspek ( sudah, telah, akan, belum, dsb) pada kata kerja tanggap.
Contoh :
Saya sudah membaca buku itu hingga tamat. (baik)
Sudah saya baca buku itu hingga tamat. (baik)
Saya sudah baca buku itu hingga tamat. (kurang baik, bahasa percakapan)
Buku itu saya sudah baca hingga tamat. (salah)
Buku itu sudah saya baca hingga tamat. (baik)

4)         Penekanan
Yaitu pemberian aksentuasi , pementingan atau pemusatan perhatian pada salahsatu unsur atau bagian kalimat, agar unsur atau bagian kalimat yang diberikan penegasan itu lebih mendapat perhatian dari pendengar atau pembaaca.

Dalam penulisan ada berbagai cara untuk memberikan penekanan pada kalimat, antara lain dengan cara:
a)        Pemindahan letak frase
Contoh :
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.
Pada kesempatan lain kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
Kita dapat membicarakan lagi soal ini pada kesempatan lain demikian harapan kami.
Soal ini dapat kita bicarakan pada kesempatan lain, demikian harapan kami.

b)        Mengulang kata-kata yang sama
Contoh :
Pembangunan dilihat sebaga proses yang rumit dan mempunyai banyak dimensi, tidak hanya dimensi ekonomi, tetapi juga dimensi politik, dimensi sosial, dan dimensi budaya.

5)      Kevariasian
Contoh :
Dokter muda itu belum dikenal oleh masyarakat desa Tumbuhmulia. (S-P-O)
Belum dikenal oleh masyarakat desa Tumbuhmulia dokter muda itu. (P-O-S)
Dokter muda itu oleh masyarakat desa Tumbuhmulia belum dikenal. (S-O-P)

Sebagai tambahan, sebuah kalimat dikatakan efektif apabila tidak mengandung kalimat yang ambigu (taksa) atau kalimat yang bermakna ganda.
Menurut Kempson ketaksaan adalah kegandaan makna dari suatu tanda bahasa.
Contoh :
 Saya mencari pencukur rambut
-       Saya mencari orang yang pekerjaannya mencukur rambut
-       Saya mencari alat pencukur rambut
Isteri sopir yang nakal itu cantik
-       Isteri sopir (yang cantik itu) nakal.
-       Sopir (yang beristeri cantik itu) nakal.

Ketaksaan komunikasi lisan dapat dihindari dengan pemberian intonasi atau tekanan kata secara tepat. Sedangkan ketaksaan komunikasi tulis dapat diatasi dengan menyertakan  konteks atas kalimat yang mengandung ketaksaan.
Contoh :
Saya mencari seorang sahabat. Orangnya tinggi, kurus, kulit sawo matang, dan bernama Amir.
Saya mencari seorang sahabat. Orangnya harus ramah, pintar, jujur, suka bekerja keras.


Referensi :
  1. Alwi, H. dkk. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa dan Balai Pustaka. 
  2. Alwi, H. Dkk (ed.). 2002. Telaah Bahasa san Sastra. Jakarta : Pusat Bahasa dan Yayasan Obor Indonesia.
  3. Chaer, A. 1993. Grammatika Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 
  4. Kamisa. 2013. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya : Cahaya Agency.
  5. Keraf, G. 2004. Komposisi. Ende: Nusa Indah. 
  6. Keraf, G. 2010. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 
  7. Putrayasa, I.B. 2006. Tata Kalimat Bahasa Indonesia. Bandung: PT. Refika Aditama.
  8. Putrayasa, I.B. 2010. Kalimat Efektif. Bandung: PT. Refika Aditama.
  9. Sugono, D.(ed). 2011. Buku Praktis Bahasa Indonesia jilid 2. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.



Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Friday, May 22, 2015