Soal Tentang Menyusun Urutan Kalimat Berbagai Jenis Teks

Soal Tentang Menyusun Urutan Kalimat Berbagai Jenis Teks Bacalah kalimat-kalimat berikut! (1) Ada lebih dari 22.000 meteorit yang terdoku...

Mengidentifikasi Novel Indonesia Angkatan 20-30-an

Novel Indonesia Angkatan 20-30-an memuat unsur kebiasaan, adat, dan etika.

Lihat: Soal Tentang Menjelaskan Unsur Kebiasaan, Adat, dan Etika dalam Novel

Setiap karya sastra suatu priode atau angkatan mempunyai ciri-ciri intrinsik maupun  ekstrinsik. Ciri-ciri intrinsik novel Angkatan 20-30-an sebagai berikut.
  1. Gaya bahasanya menggunakan perumpamaan klise,  pepatah, dan peribahasa.
  2. Sebagian besar menggunakan alur lurus.
  3. Pusat pengisahan menggunakan metode orang ketiga.
  4. Pengarang memberi nasihat melalui cerita.
  5. Bercorak romantis.
Ciri-ciri ekstrinsik novel Angkatan 20-30-an sebagai berikut.
  1. Masalah yang diambil adalah masalah adat, terutama adat kawin paksa.
  2. Pertentangan faham antara kaum tua dengan kaum muda.
  3. Berlatar kedaerahan.
Ciri-ciri intrinsik novel modern sebagai berikut.
  1. Alurnya berbelit-belit.
  2. Gaya bahasanya bebas.
  3. Pusat pengisahan menggunakan metode orang ketiga.
Ciri-ciri ekstrinsik novel modern sebagai berikut.
  1. Mengeksploitasi kehidupan manusia sebagai individu.
  2. Mengemukakan kehidupan yang absurd atau mustahil.
  3. Berlatar kebudayaan lokal.
  4. Mengemukakan tuntutan arus hak-hak asasi manusia.
Sebagai contoh berikut ini perbedaan karakteristik novel angkatan 20-30-an dengan novel masa kini.


No
Karakteristik
Novel Layar Terkembang

Novel Sang Pemimpi

1.
Alur
Menggunakan alur lurus
Menggunakan alur sorot balik.

2.
Gaya bahasa
Lebih banyak menggunakan ungkapan daripada peribahasa, perumpamaan klise, dan pepatah.
Gaya bahasa bebeas, lebih ekspresif.


3.
tema
Masalah emansipasi wanita
Mengemukakan tuntutan atas hak-hak asasi manusia yang disampaikan secara intelektual dan spiritual.

4.
Latar budaya
Layat budaya bersifat modern
Latar budaya bersifat lokal, nasional, dan sudah bercampur dengan budaya modern.

5.
Sikap dan pandangan pengarang
Wanita memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki di bidang pendidikan, pekerjaan, atau yang lainnya.
Adanya usaha pengarang membuat pembaca menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib dan tantangan intelektualitas.

Lihat:

Artikel Terkait

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Sunday, January 24, 2016

No comments:

Post a Comment