Yang Muda yang Mengubah Dunia Bersama Kursus Online Babastudio

Yang Muda yang Mengubah Dunia Bersama Kursus Online Babastudio | Apa yang disebut Net Gener (Generasi Internet) Oleh Don Tapscott dal...

Pengertian, Struktur, dan Ciri Teks Eksemplum

Pengertian, Struktur, dan Ciri Teks Eksemplum 
Teks eksemplum merupakan teks naratif yang tujuan sosialnya menilai perilaku atau karakter dalam cerita (Mahsun, 18: 2014).

Teks eksemplum berisi insiden tertentu yang bertujuan menjelaskan nilai-nilai dalam suatu masyarakat.

Istilah eksemplum sudah digunakan sejak abad pertengahan untuk merujuk kepada cerita tentang kebijaksanaan. Pada saat itu cerita-cerita tersebut dapat berupa legenda, mitos, anekdot, fabel, dan novella.

Struktur Teks Eksemplum
Terdapat perbedaan di beberapa buku mengenai struktur teks eksemplum. Misalnya pada buku terbitan Kemdikbud, struktur eksemplum terdiri atas orientasi, insiden, dan interpretasi. Begitu pula pada buku karangan Prof. Dr. Mahsun, M.S. terdiri atas orientasi, insiden, dan interpretasi. Sedangkan pada beberapa buku yang beredar di pasaran terdapat lima struktur teks eksemplum yaitu abstrak, orientasi, insiden, interpretasi, dan koda.

Berikut ini penjelasan mengenai struktur teks eksemplum.

1. Abstrak
Abstrak merupakan bagian awal yang berfungsi memberikan gambaran umum tentang isi teks. Bagian ini biasanya menunjukkan hal yang unik yang akan dikisahkan dalam teks.

2. Orientasi
Orientasi merupakan bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang peristiwa.

3. Peristiwa atau insiden
Peristiwa atau insiden merupakan bagian yang menunjukkan kejadian yang dipaparkan dengan terperinci dan jelas.

4. Interpretasi atau penafsiran
Interpretasi atau penafsran merupakan pendapat atau penafsiran penulis terhadap insiden yang diceritakan dalam teks.

5. Koda
Koda merupakan bagian penutup teks yang biasanya berisi pesan moral atau amanat penulis kepada pembaca berdasarkan insiden yang diceritakan dalam teks.

Ciri Bahasa Teks Eksemplum
Bahasa teks eksemplum memiliki ciri sebagai berikut.
  1. Menggunakan bahasa naratif.
  2. Menunjukkan urutan peristiwa yang jelas.
  3. Menghadirkan diri penulis, seperti "aku" atau "kita" yang ada dalam interpretasi dan koda.
  4. Banyak menggunakan kalimat kompleks, kata kerja, kata rujukan, dan konjungsi.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, August 15, 2017